Jakarta — Pelayanan Puskesmas Pembantu (Pustu) Kelurahan Cakung Barat mendapat apresiasi dari Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS, Ghozi Zulazmi. Namun, Ghozi melihat masih ada persoalan fasilitas yang perlu segera ditindaklanjuti, terutama untuk layanan poli ibu dan anak serta ibu hamil.
Hal itu disampaikan Ghozi saat melakukan peninjauan Puskemas Pembantu (Pustu) Cakung Barat, Rabu (23/9/2026).
Ghozi mengatakan, masyarakat yang ditemuinya memberikan respons positif terhadap pelayanan di Pustu tersebut. Menurutnya, kualitas pelayanan yang sudah baik perlu didukung dengan fasilitas yang semakin memadai.
“Saya mengapresiasi pelayanan yang diberikan oleh Pustu Cakung Barat, sungguh luar biasa, masyarakat yang kami tanyakan sangat puas terhadap pelayanan yang ada di Pustu,” kata Ghozi.
Meski demikian, Ghozi menyoroti posisi layanan poli ibu dan anak, khususnya bagi ibu hamil, yang saat ini berada di lantai dua.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu dicarikan solusi karena ibu hamil membutuhkan akses pelayanan yang lebih mudah dan nyaman.
Ghozi menyebut salah satu solusi yang dapat segera didorong adalah pemanfaatan rumah dinas lurah yang berada di belakang Pustu untuk mendukung perluasan layanan kesehatan.
“Saya pikir ada ruangan yang ada di belakang Pustu, yaitu kantor Lurah, harus segera dialihkan ataupun diserahterimakan kepada Dinas kesehatan sehingga bisa memperluas Pustu Cakung Barat,” ujar Ghozi.
Bagi Ghozi, pemanfaatan rumah dinas tersebut dapat menjadi solusi konkret atas keterbatasan ruang yang saat ini dihadapi Pustu.
Dengan tambahan ruang, layanan poli ibu dan anak, termasuk pelayanan bagi ibu hamil, dapat ditempatkan di lokasi yang lebih mudah dijangkau tanpa harus bergantung pada ruang pelayanan di lantai dua.
Ghozi pun mendorong agar persoalan tersebut tidak berhenti sebagai catatan hasil peninjauan. Ia meminta adanya tindak lanjut dari pihak terkait agar pemanfaatan rumah dinas lurah untuk mendukung pelayanan Pustu dapat segera diproses.
“Ini harus segera ditindaklanjuti, kalau memang ruangnya bisa dimanfaatkan untuk memperluas pelayanan Pustu, khususnya poli ibu dan anak serta ibu hamil, jangan terlalu lama prosesnya,” tegas Ghozi.
Menurutnya, peningkatan fasilitas kesehatan tingkat pertama harus berorientasi pada kemudahan masyarakat dalam memperoleh pelayanan.
Apalagi, layanan ibu dan anak merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus didukung dengan fasilitas yang mudah diakses.
“Pelayanannya sudah diapresiasi masyarakat, sekarang fasilitasnya juga harus kita dorong supaya semakin mendukung pelayanan tersebut,” kata Ghozi.
Ghozi berharap pihak-pihak terkait segera melakukan koordinasi dan menindaklanjuti pemanfaatan rumah dinas lurah tersebut sehingga dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Cakung Barat.
Peninjauan itu menjadi bagian dari fungsi pengawasan Ghozi untuk memastikan pelayanan publik, khususnya pendidikan dan kesehatan, tidak hanya tersedia, tetapi juga didukung sarana yang layak dan mudah diakses masyarakat.
