Jakarta — Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ghozi Zulazmi, mendorong penguatan budaya literasi masyarakat melalui kegiatan kreatif yang melibatkan komunitas dan memanfaatkan ruang publik. Menurutnya, kegiatan literasi perlu digelar secara berkelanjutan agar minat baca dan aktivitas kebudayaan di Jakarta semakin berkembang.
Hal tersebut disampaikan Ghozi saat mengunjungi Festival Pustakarsa (Perpustakaan, Kearsipan, dan Sastra) di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Minggu, (18/10/2026). Festival yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta.
Festival Pustakarsa menghadirkan beragam kegiatan yang mempertemukan pegiat literasi, komunitas, penulis, dan masyarakat. Rangkaian acaranya meliputi workshop menulis, bincang buku, dan diskusi sastra. Pengunjung juga dapat menikmati pameran kearsipan dan sejarah Jakarta, bazar buku murah, serta pameran komunitas literasi.
Festival ini turut menjadi ruang apresiasi bagi dunia sastra melalui pengumuman pemenang dan malam anugerah Piala HB Jassin 2026, yang mencakup lomba baca puisi, penulisan cerpen, kritik sastra, dan musikalisasi puisi.
Ghozi mengapresiasi penyelenggaraan festival yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam satu ruang interaksi. Menurutnya, literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca buku, tetapi juga dapat dikembangkan melalui kegiatan menulis, bercerita, berdiskusi, dan berbagai aktivitas kebudayaan lainnya.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan untuk terus menggalakkan gerakan membaca di tengah masyarakat. Kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan dan diperluas setiap tahunnya,” ujar Ghozi yang juga Sekretaris Fraksi PKS.
Ia menilai, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam membangun ekosistem literasi yang lebih hidup. Karena itu, festival literasi perlu menjadi agenda berkelanjutan yang membuka ruang partisipasi bagi berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, generasi muda, komunitas hingga masyarakat umum.
“Kita ingin aktivitas literasi di Jakarta semakin menggeliat. Salah satunya melalui kegiatan bersama masyarakat di ruang-ruang publik seperti Festival Pustakarsa ini,” katanya.
Menurut Ghozi, pemilihan Taman Ismail Marzuki sebagai lokasi kegiatan juga memberikan nilai tambah karena berada di kawasan yang dekat dengan Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin. Kedekatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendorong masyarakat agar lebih akrab dengan perpustakaan, karya sastra, serta berbagai kegiatan literasi.
Ia berharap festival serupa dapat terus diselenggarakan dengan jangkauan yang semakin luas dan melibatkan lebih banyak komunitas. Berbagai kegiatan seperti lokakarya menulis, diskusi sastra, pameran, hingga penghargaan bagi para pelaku sastra dinilai dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal, mempelajari, dan mengapresiasi dunia literasi.
Dengan demikian, literasi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Harapannya, dari tahun ke tahun selalu ada kegiatan seperti ini yang mengaktifkan kembali minat baca masyarakat. Semakin tinggi antusiasme masyarakat terhadap perpustakaan dan kegiatan literasi, semakin terbuka pula ruang bagi tumbuhnya budaya membaca di Jakarta,” pungkasnya.