Ia meminta pemerintah menuntaskan terlebih dahulu pengangkatan guru honorer yang telah lulus passing grade sebelum membuka formasi ASN besar-besaran untuk lembaga baru. Thamrin juga mengingatkan adanya potensi kecemburuan sosial akibat kesenjangan gaji antara petugas operasional MBG dengan guru honorer di daerah pelosok.

Selain itu, ia mendorong pemerintah segera melakukan sinkronisasi data dan formasi ASN agar kebijakan penguatan program gizi nasional dapat berjalan beriringan dengan penyelesaian persoalan tenaga honorer.

“Transparansi dalam pembagian kuota ASN harus dilakukan agar tidak muncul persepsi pemerintah lebih memprioritaskan program fisik dan logistik dibandingkan investasi jangka panjang pada kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru,” tegasnya. (DID)