Jakarta – Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abdurrahman Suhaimi, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan perhatian khusus terhadap penanganan banjir di Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Permintaan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap RAPBD Tahun Anggaran 2027, Senin, (19/10/2026).
Suhaimi secara khusus menyoroti penyelesaian turap dan pompa di Kali Item, Cililitan, serta pembangunan sodetan di persimpangan Jalan Inerbang Raya, Batu Ampar. Menurutnya, kedua titik tersebut perlu menjadi perhatian dalam penyusunan prioritas anggaran agar penanganan banjir di wilayah Kramat Jati dapat berjalan lebih terarah.
“Dalam pembahasan RAPBD 2027, kami meminta Pemprov DKI Jakarta memberikan perhatian khusus terhadap penanganan banjir di Kramat Jati, terutama penyelesaian turap dan pompa Kali Item di Cililitan serta pembangunan sodetan di persimpangan Jalan Inerbang Raya, Batu Ampar. Kebutuhan warga di wilayah ini harus menjadi perhatian dalam penentuan prioritas anggaran,” ujar Suhaimi.
Ia menegaskan, penanganan banjir membutuhkan infrastruktur yang memadai dan berfungsi optimal. Penyelesaian turap dan pompa di Kali Item serta pembangunan sodetan di Batu Ampar diharapkan dapat mendukung kelancaran aliran air dan mengurangi risiko genangan yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Suhaimi juga menekankan pentingnya memastikan kebutuhan penanganan banjir tersebut masuk dalam perencanaan dan pengalokasian anggaran secara tepat sasaran. Menurutnya, program pengendalian banjir harus disertai perencanaan yang matang, koordinasi antarinstansi, serta pelaksanaan yang terukur agar tidak berhenti pada tahap perencanaan.
Terakhir, Anggota Komisi D tersebut berharap pembahasan RAPBD DKI Jakarta 2027 dapat menghasilkan kebijakan anggaran yang menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk penanganan banjir di Kramat Jati dan wilayah lainnya.
“Persoalan banjir yang membutuhkan penanganan harus ditindaklanjuti secara konkret. Sehingga warga merasakan langkah nyata untuk mengatasi persoalan yang dihadapi warga,” tutupnya.